Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Oktober 2014

White Feces Disease (WFD)/ White Feces Syndrome (WFS) pada Vanamei

Penyakit yang satu ini memasuki akhir tahun 2014 sedang jadi bahan perbincangan, mulai dari kalangan petambak, teknisi maupun di seminar-seminar tentang Udang di Indonesia maupun jadi bahan kajian di kalangan peneliti dan akademisi. Ramainya pemberitaan yang terjadi karena adanya pengalaman bahwa munculnya EMS (Early Mortality Syndrome) di beberapa Negara yang terjangkit seperti Vietnam dan Tailand didahului oleh adanya White Feces Desease (WFD) ini.

Dari beberapa perbincangan dengan para praktisi tambak maupun seminar yang diadakan oleh SCI (Shrimp Club Indonesia) saya mencoba memberikan gambaran praktis mengenai penyakit ini, untuk mempermudah pemahaman mengenai gejala dan upaya pencegahan yang bisa dilakukan di lapangan.

Senin, 23 April 2012

Early Mortality Syndrome (EMS) pada Vannamei


Pada posting berikut ini saya ingin memberikan sedikit info mengenai fenomena EMS (Early Mortality Sindrome). Belum banyak sumber yang mengulas mengenai topik ini, meskipun dampaknya terhadap budidaya udang khususnya Vannamei sangat nyata dan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi petambak. Fenomena EMS disebut bila terjadi kematian udang dalam jumlah yang besar pada umur-umur awal budidaya, biasanya antara umur 20- 30 hari.

Minggu, 30 Januari 2011

IHHNV, Taura, Myo dan White Spot


Beberapa penyakit udang diatas dapat menyebabkan petambak udang “gigit jari” alias rugi besar. Banyak kejadian “luput” dari perhatian karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis penyakit ini sehingga antisipasi masalah menjadi terlambat. Pepatah mengatakan “Lebih baik mencegah daripada mengobati” memang langkah terbaik, tetapi bila sudah terjadi meminimalkan kerugian adalah jalan terbaik.

Sabtu, 29 Januari 2011

Penyakit Bercak Putih (White Spot)

Banyak kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit yang satu ini, Penyakit ini menyerang tambak intensif,semi intensif bahkan tradisional sekalipun dan mudah menyebar di Indonesia karena para petambak tidak disiplin dalam membuang air, menggunakan air pengelolaan pakan dan memanfaatkan tandon.